SUMENEP – Demi mengkritisi kinerja pemerintah kabupaten (Pemkab) Sumenep bernyali mengambil sikap tegas memberikan sanksi terhadap banyaknya korporasi tambak udang ilegal yang melanggar aturan tetap dibiarkan beroperasi, mahasiswa rela nekad melakukan aksi mogok makan menduduki halaman depan kantor Bupati setempat hingga malam hari.

Aksi tunggal oleh seorang mahasiswa yang tergabung dalam anggota Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS), dilakukan sejak pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB hingga malam belum mendapatkan respon apapun dari pemerintah setempat.

Aksi mogok makan tersebut sebagai bentuk protes terhadap Pemkab Sumenep yang tidak berani memberikan sanksi terhadap perusahaan tambak udang yang melanggar aturan dan merusak alam. Bahkan, aksi yang terbilang nekad itu akan dia lakukan sampai Bupati Sumenep melaksanakan tuntutannya.

Sehingga, Shafid Ahmadi menganggap kabupaten Sumenep hancur akibat banyaknya perusahaan tambak udang nakal yang tetap beroperasi, yang sengaja diperlihatkan kepada khalayak berupa poster yang dibawa bertuliskan “Percuma Saya Hidup Jika Harus Melihat Sumenep Hancur Karena Pengrusakan oleh Korporasi”.

“Saya akan bertahan sampai tuntutan dipenuhi oleh Bupati Sumenep,” kata Syafid kepada liputan12.id, Rabu (17/6/2020), malam.

Dimana pada tuntutannya, Syafid Ahmadi meminta Pemkab Sumenep untuk berani memberikan sanksi tegas bagi pengusaha tambak udang yang melanggar aturan dan mencabut izin usaha pengusaha nakal yang terbukti merusak serta mencemari lingkungan alam demi keuntungan usahanya.

Karena sebelumnya, menurutnya sejak dalam beberapa tahun terakhir perusakan alam gencar dilakukan di Kabupaten Sumenep oleh beberapa perusahaan Tambak Udang.

Terbukti, kata Syafid Ahmadi selaku anggota dari Front Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS), Pemkab Sumenep tidak berani memberikan sanksi tegas pada pihak perusahaan yang sudah terbukti melanggar aturan dan merusak alam.

Dia menyebutkan beberapa contoh pengrusakan alam yang dilakukan oleh tambak udang dan terkesan dibiarkan oleh pemerintah, seperti tambak udang di Desa Pakandangan Barat Kecamatan Bluto (CV. Indah Grup).