SUMENEP|LIPUTAN12 – Organisasi Islam yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi demo menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU-HIP), di depan Gedung DPRD Sumenep, pada Jumat (10/7/2020).
Aksi demo tersebut adalah bentuk kepedulian kepada bangsa indonesia, bahwa Pancasila sudah final, dan tidak boleh siapapun yang akan merubahnya dan hanya PKI yang ingin melakukan hal seperti itu.

Dari pantauan media liputan12.id di lapangan, massa aksi diperkiran berjumlah kurang lebih 1000 orang. Massa berdatangan dari arah utara, tepatnya dari Taman Potre Koneng depan Masjid Jami’ Sumenep.
Peserta aksi tolak RUU HIP itu disambut dengan pembacaan Asmaul Husna dari anggota Polres Sumenep, dan juga massa aksi membawa sejumlah banner salah satunya bertuliskan “Siapa Saja Yang Pro RUU HIP 100 % Mereka adalah PKI”.
Di tengah-tengah massa aksi, juga nampak hadir dan memberikan orasi penolakan RUU-HIP, KH. Jurjiz Muzammil. Selain itu, juga ikut hadir Habib Ali Zainal Abidin Al Jufri, serta pengurus FPI dari berbagai Kabupaten di Madura.
Kedatangan para massa aksi itu, langsung disambut oleh Ketua DPRD Sumenep, KH. Hamid Ali Munir, yang didampingi sebagian Fraksi.
Ketua DPRD Sumenep, KH. Hamid Ali Munir ditengah aksi massa FPI, ia menyampaikan bahwa, penyataan sikap penolakan terhadap RUU-HIP (Haluan idiologi Pancasila) sudah diterima dan ditandatangani oleh semua fraksi.
“Alhamdulillah, permintaan dari semua itu, semua fraksi yang ada di DPR sudah menandatangani, yang menjadi sama dengan harapan harapan yang ada di DPRD,” terangnya.
Selain itu, Hamid berharap bisa menciptakan situasi di Sumenep, khususnya madura untuk menciptakan kondusif aman dan tenteram. Keamanan menjadi peran utama. “Kami berharap kedatangannya bisa menciptakan kondusif dan aman,” ujarnya.