KOTA SERANG | LIPUTAN12 – Terorisme musuh semua agama dan Islam melarang serta mengharamkan tindakan bunuh diri, apa pun alasannya. Masyarakat tak perlu ragu akan hal itu. sementara aparat keamanan di Banten selalu siaga untuk keselamatan dan kemaslahatan masyarakat.
Kapolda Banten Irjen Pol. Rudy Heriyanto Adi Nugroho, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten Dr. KH. A.M. Romli, dan pengasuh Pesantren Tahfidz Darul Hamid Serang Ki Embay Mulya Syarief, secara terpisah mengatakan hal itu pada Minggu (28/3/2021) di Rangkasbitung (Lebak) dan Kota Serang, Banten.
Di hari yang sama sekitar pukul 10.30 WITA, dua orang yang berboncengan sepeda motor meledakkan diri ketika melewati salah satu pintu masuk halaman Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujungpandang, Kota Makassar, Sulsel.
“Laporan awal menyebutkan pelakunya dua orang yang berboncengan sepeda motor,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Argo Yuwono dalam keterangan pers virtual seperti dikutip Antara, Minggu (28/3/2021).
Di tempat kejadian, lanjut Argo, ditemukan sepeda motor yang sudah hancur dan beberapa potong tubuh manusia.
Saat kejadian itu, jemaat sudah keluar dari gereja karena misa memang sudah selesai. Sesuai protokol kesehatan, misa hanya diikuti oleh separuh dari kapasitas gereja.
Seperti disiarkan Antara, ketika pengendara sepeda motor DD 5894 MD melewati pintu masuk, sekuriti menyetop untuk pemeriksaan. Saat itulah ledakan terjadi dan laporan awal menyebutkan 14 orang yang terluka segera dilarikan ke rumah sakit.
A.M. Romli mengutuk tindakan terorisme di mana pun di wilayah Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Untuk itu, Romli mendesak Pemerintah mengusut tuntas dan memberantas jaringan terorisme sehingga keamanan bangsa Indonesia terjamin.
“Umat beragama (di Banten) agar tetap tenang dan waspada. Pelihara kerukunan antar umat beragama yang sudah terbina dengan baik. Selama ini satu sama lain sudah berjalan dengan saling hormat menghormati,” imbau A.M. Romli.