BOGOR I LIPUTAN12 - Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk segera mengambil langkah korektif guna menanggulangi dampak dari perubahan lanskap atau tata ruang di wilayah Kabupaten Bogor, khususnya di kawasan Tasman Ujung yang diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana banjir dan longsor pada 2 Maret lalu.
Menurut Rudy Susmanto, keseimbangan lingkungan di Kabupaten Bogor harus dijaga agar tidak berdampak lebih luas, termasuk ke wilayah hilir, seperti Jakarta.
Hal itu disampaikan Rudy Susmanto menyoroti terkait perubahan lanskap saat melakukan survei di wilayah Bogor Selatan bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Hanif Faisol Nurofiq dan Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulfikli Hasan serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Kamis, 6 Maret 2025.
Rudy mengungkapkan, pihaknya akan melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk mencari solusi terbaik.
"Program penghijauan akan segera kami dorong, serta penertiban terhadap bangunan yang berdiri di kawasan terlarang akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku," ungkap Bupati Bogor.
"Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami," tegasnya.
Politisi Gerindra ini menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama pemerintah pusat dan aparat penegak hukum berkomitmen untuk mengembalikan kawasan ini ke fungsi awalnya sebagai daerah resapan air.
"Dengan adanya upaya konkret ini, diharapkan kejadian bencana akibat alih fungsi lahan secara masif dapat dicegah di masa mendatang," harap Rudy.
Sementara, Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq dalam keterangannya menjelaskan bahwa sejak tahun 2010, kawasan seluas 15.000 hektar tersebut memiliki fungsi utama sebagai hutan lindung, taman nasional, dan kawasan resapan air.