Foto: Nursaleh Bainuru, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Sula

LIPUTAN12.ID|SANANA – Masjid An-Nur di Desa Pohea kecamatan Sanana Utara kabupaten Kepulauan Sula provinsi Maluku Utara, salah satu masjid yang pembangunannya belum selesai dikerjakan bahkan bermasalah karena bangunan masjid tersebut tidak bisa digunakan oleh warga setempat.

Proyek pembangunan masjid berlantai dua ini sudah dikerjakan empat kali tahapan pekerjaan yang menelan anggaran berkisar Rp.4 milyar lebih, tetapi tidak bisa digunakan karena terjadi keretakan pada dinding dan lantai dua mesjid tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PU-PR kabupaten Kepulauan Sula, Nursaleh Bainuru dalam keterangannya menyampaikan, setahu saya, tim Ahli itu sudah pernah turun ke sula dan melakukan pemeriksaan sehingga dari hasil itu dijadikan bahan evaluasi yang tertuang dalam rekomendasi tim ahli tersebut.

“Maka untuk pembangunan masjid ini menggunakan bahan giferfi sesuai dengan hasil itu,” jelas Nursaleh kepada liputan12 di ruang kerjanya, Rabu (10/6/2020).

Menurut Nursaleh, tim ahli juga yang berkomunikasi langsung dengan agen giferfi yang ada di Makassar. Setelah itu kami perintahkan pihak ketiga untuk melakukan komunikasi dengan agen giferfi.

“Sekarang sudah ada MOU antara pihak ketiga dengan agen Giferfi. Bahkan matrial itu sudah tiba di Sanana. Sekarang tinggal proses pengerjaannya,” jelasnya.

“Yang menjadi hambatan dalam pekerjaan ini dikarenakan mekanisme keluarnya tenaga oleh agen giferfi untuk kesini terhambat dengan persoalan administrasi dan lain-lain, sehingga kami masih menunggu,” beber Kadis PUPR.

Lanjut Nursaleh, untuk sementara hasil komunikasi saya dengan pihak agen untuk saat ini kalau sudah ada tranportasi dari sana ke sini, itu saya paksakan mereka kalau bisa dengan kapal, cuman mereka sampaikan kalau dengan kapal kayaknya mereka tidak siap, mereka akan menunggu sampai proses penerbangan pesawat ini di buka, katanya.