SUMENEP | liputan12 - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. Lia Istifhama, S.Sos.I., MEI, menggelar kegiatan res di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Kamis (29/5/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Myze Sumenep itu menghadirkan perwakilan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis diangkat, terutama terkait ketimpangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan di Kabupaten Sumenep. Perwakilan SMSI mencerminkan kesejahteraan masyarakat kepulauan yang dinilai masih minim perhatian dari pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun pusat.

“Potensi Sumenep sangat besar, terutama di wilayah kepulauan. Namun, akses dan infrastruktur masih jauh. Kami berharap pemerintah pusat, melalui DPD RI, dapat memberikan perhatian lebih serius,” ujar salah satu perwakilan SMSI dalam diskusi.

Perwakilan SMSI juga menambahkan, “Kami melihat masih banyak desa di kepulauan yang belum menyentuh pembangunan dasar seperti listrik dan jaringan komunikasi. Ini adalah kondisi nyata yang memerlukan perhatian khusus.”

Menyanggapi hal tersebut, Dr. Lia Istifhama, yang akrab disapa Neng Lia, menegaskan komitmennya untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Sumenep, khususnya dari wilayah kepulauan yang selama ini dinilai terpinggirkan dalam arus pembangunan nasional.

“Reses ini adalah momentum penting untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat. Saya percaya bahwa sinergi antara media, masyarakat, dan wakil rakyat menjadi kunci mendorong pemerataan pembangunan,” jelas Neng Lia panggilan karibnya.

Ia menambahkan, “Sumenep adalah miniatur Indonesia dengan tantangan geografisnya. Jika kita bisa menjawab ketimpangan di sini, maka kita sedang membangun Indonesia dari pinggiran.”

Ia juga menyampaikan bahwa masukan dari SMSI Sumenep akan dibawanya ke tingkat pusat sebagai bentuk nyata peran DPD RI. Meski secara kelembagaan lebih fokus pada isu sosial, pendidikan, dan pelayanan publik, Neng Lia menegaskan tetap konsisten menggalang berbagai kebutuhan masyarakat di sektor lainnya.