PESAWARAN | LIPUTAN12 – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Gedong Tataan menuai sorotan. Pasalnya, terdapat kejanggalan dugaan penyelewengan dana bantuan operasional sekolah atau disingkat BOS di tahun anggaran 2022 lalu.

Dugaan kejanggalan tersebut merujuk pada soal rekapitulasi per komponen penggunaan dana BOS yang digunakan pihak SDN 5 Gedong Tatan, serta sudah dipertanggungjawabkan oleh pihak sekolah.

Dari 12 item/jenis komponen penggunaan dana BOS tahun ajaran 2022 tersebut, dimulai sejak tahap 1 hingga tahap 3 terlihat beberapa kejanggalan dalam penggunaannya dengan total tahap 1 sebesar Rp53.460,000 (17 Februari 2022). Tahap 2 sebesar Rp71.280,000 (6 Juni 2022). Tahap 3 sebesar Rp53.460,000 (11 Oktober 2022). Dengan total keseluruhan sebesar Rp178.200,000.

Adapun dari seluruh item komponen tersebut yang digunakan oleh pihak sekolah selama tahun 2022 (triwulan-red) di antaranya sebagai berikut:
1. Pengembangan perpustakaan Rp35.720.375.
2. Kegiatan belanja dan ekstrakurikuler sebesar Rp3.925,000.
3. Administrasi kegiatan sekolah sebesar Rp46.544.325.
4. Pengembangan profesi dan tenaga kependidikan Rp7.200,000.
5. Langganan daya dan jasa sebesar Rp14.096.000.
6. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp35.314.300.
7. Penyediaan alat multi media pembelanjaan Rp3.000,000.
8. Pembayaran honorer sebesar Rp32.400,000.

Nah berdasarkan rekapitulasi komponen penggunaan dana BOS yang sudah dilaporkan pihak sekolah tersebut, diduga terdapat ketidaksesuaian dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Terutama pada item angggaran pemeliharaan sarana dan prasarana atau gedung sekolah yang mencapai puluhan juta. Faktanya, gedung sekolah tersebut terlihat nyaris tidak terawat sama sekali. Nampak dari cat dinding yang pudar dan terkelupas di sana-sini serta atap plafon banyak yang sudah rusak.

Kedua adalah terkait pembayaran gaji tenaga honorer. Pihak sekolah dalam laporannya menganggarkan dari dana BOS untuk pembayaran honorer sebesar Rp32.400,000.

Sementara berdasarkan data yang diperoleh jumlah Tenaga Honorer di sekolah tersebut berjumlah 3 orang. Dengan anggaran senilai itu artinya  perbulannya honorer tersebut digaji sebesar Rp900.000,- per orang.

Saat dikonfirmasi media ini beberapa waktu lalu, Kepala SDN 5 Gedong Tataan Heriningsih mengakui jika sekolah yang dipimpinnya itu sudah lama tidak dilakukan perbaikan.