SUMENEP|LIPUTAN12 – Polsek Kangayan Polres Sumenep akan terus mendalami dan melakukan penyelidikan atas kasus dugaan adanya pemotongan Dana Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial Repulik Indonesia (Kemensos RI) yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu terdampak Corona Virus Disease 19 (Covid-19) di Desa Torjek Kecamatan Kangayan Kabupaten Sumenep.
“Terkait adanya pemotongan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) yang kemarin, kita masih mendalami permasalahan itu,” kata Kanit Binmas Polsek Kangayan, saat dihubungi awak media Minggu, (28/6/2020).
Sebelumnya, Halilurrahman selaku Pemuda Desa setempat menyampaikan, terkait adanya pemotongan dana BST oleh oknom Perangkat Desa Torjek, Kecamatan Kangayan kabupaten Sumenep menyatakan telah melaporkan kepada Polsek Kangayan, dengan membawa sejumlah bukti yang telah dikantonginya dari hasil penelusurannya.
Terkait hal itu, salah satu anggota Polsek Kangayan, yang mengaku sebagai Kanit Binmas membenarkan, bahwa memang ada laporan pemotongan dana BST Desa Torjek oleh pemuda setempat. Tapi menurutnya laporan itu sifatnya lebih ke arah pengaduan.
“Memang ada, bukan laporan, tapi sifatnya itu lebih ke arah pengaduan,” terangnya.
Dalam permasalahan itu kata dia, tidak mau gegabah karena harus ekstra hati-hati menyikapi setiap hal-hal yang dilaporkan (Polsek Kangayan-red). Karena mengingat situasi kondisi masyarakat di wilayah Kangayan dan juga kondisi geografisnya.
“Sementara saat ini kita masih dalami dulu, kaitannya terkait permasalahan (Pemotongan BST Desa Torjek-red) yang diadukan ke kami karena kami di sini tidak mau gegabah menyikapi permasalahan yang masuk. Jadi benar-benar kita gak mau blunder ke kita sendiri,” jelasnya.
Karena kata Dia, yang mau diangkat itu satu masalah dana yang berasal dari bantuan negara, yang arahnya jelas maupun dananya serta sasaran dari bantuan itu adalah masyarakat.
“Sementara di sini yang masih diduga melakukan hal-hal di luar aturan yang sudah ditetapkan bagian dari elemen masyarakat juga yang di situ pasti ada korelasi. Entah itu memang ada permintaan atau memang ada semacam karena ini acuannya arah orientasinya kita lihat SDM-nya di sini,” paparnya.