LIPUTAN12.ID|KEPSUL – Pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kepulauan Sula gelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke II di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Desa Fatce Kecamatan Sanana Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara, Sabtu (8/2/2020).

Muscab ke II dengan tema “Muslimat Nahdlatul Ulama Meningkatkan Kualitas Iman dan Kepribadian yang Sesuai dengan Nilai-nilai Islam Ahluu Sunnah Wal Jama’ah” dihadiri langsung oleh Bupati Kepsul Hendrata Thes.

Nampak hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kepsul Safrudin Sapsuha, Ketua (GOW) Ny, Hong Fince Hongarta, Ketua Wilaya Muslimat NU Rosita Alting beserta rombongan, para pimpinan SKPD lingkup pemkab kepsul, Para Ketua OKP dan Ormas Islam se-kabupaten Kepulauan Sula dan tamu undangan lainnya.

Ketua Muslimat NU Kepsul Maryam Sapsuha dalam sambutannya mengatakan, secara pribadi ia meminta maaf atas ketidakhadirannya di hadapan teman-teman pengurus, tapi nilai dan jiwa ini tetap terpaut bahwa perempuan muslimat itu harus menyelenggarakan pemikiran untuk nilai-nilai Ahluu Sunnah Wal Jam’ah.

Untuk itu kata Maryam, dalam kondisi ini setiap organisasi walaupun ada ketuanya tapi kalau tidak ada kebersamaan maka semua tidak akan berjalan dengan baik.

“Karena muslimat NU atau organisasi-organisasi lain tanpa ada kebersamaan itu sia-sia untuk membangun organisasi, sehingga hari ini dan hari kemarin tidak ada yang terbaik maka tidak ada kata terlambat karena ini sebuah organisasi, yang penting kita mempunyai jiwa untuk membangun,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Wilayah Muslimat NU Provinsi Maluku Utara, Rosita Alting menyampaikan beberapa pesan saja kepada ibu-ibu sekalian, tolong jaga toleransi yang baik di Sula ini, karena di tubuh NU dan Muslimat sendiri kita sangat menjaga itu.

Ia menjelaskan beberapa waktu lalu ketua umum Muslimat NU Ibu Khofifa Indar Parawangsah telah mencanakan para keluarga muslimat NU harus mengembangkan toleransi karena sekarang orang tidak cerdas lagi dalam bermedsos agar kita terhindar dari fitnah dan hoax.

“Keluarga besar Muslimat NU anti fitnah, anti hoax, anti gibah dan lain sebagainya itu tolong di jaga, kita bangun sula ini dengan keikhlasan dan kebersamaan yang baik,” tegasnya.