JAKARTA I LIPUTAN12 - Membawa panci dan peralatan dapur, ratusan massa Free Palestine Network (FPN) mengepung Kedutaan Besar Mesir di Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu siang, 2 Agustus 2025. Mereka menuntut pemerintah Mesir membuka sepenuhnya pintu perbatasan Rafah guna masuknya bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza.

"Kami serukan: buka Gerbang Rafah seluruhnya sekarang juga!," tegas Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC.

Menurut Furqan AMC, penutupan gerbang Rafah selama ini oleh pemerintah Mesir adalah bentuk nyata dari kepengecutan politik, ketundukan terhadap tekanan Amerika dan Zionis, serta pengabaian total terhadap nilai-
nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah.

"Di tengah kelaparan, luka, dan kematian yang melanda Gaza, Mesir memilih menutup gerbang Rafah, dan dengan itu menutup pula nurani dan kehormatannya sebagai bangsa besar," jelas Furqan.

Tampak Massa membentangkan 2 spanduk besar berukuran 6 meter bertuliskan "Egypt, Open The Rafah Gate Now!!” dan "Stop Genocide in Paleatine!!!". 

Selain membentangkan spanduk, massa juga membawa berbagai poster tuntutan di antaranya  "Lawan Imperialisme”, "End Imperialism", "Zionisme = Nazisme", “Hentikan Genosida” dan “Free Palestine”.

"Kita sengaja melakukan aksi di depan kedubes Mesir untuk menuntut pemerintah Mesir membuka sepenuhnya Gerbang Rafah guna masuknya bantuan pangan dan obat-obatan ke Gaza," Furqan.

“Israel berusaha memblokade Gaza sekian lama. Kita ketahui masyarakat Gaza tidak hanya gugur ditembak dan dibom, tapi juga gugur kelaparan dan itu massal. Dan saya kira itu diamati oleh seluruh dunia. Tidak mungkin rasanya kalau orang mengaku saudara lalu diam saja,” tegas Furqan.

“Saudara yang baik adalah saudara yang peduli dengan tetangganya. Kita tahu Mesir adalah tetangga paling utama dari Palestina terutama khususnya Gaza," kata dia.