SUMENEP I liputan12 – Di tengah sorotan masyarakat terhadap pengadaan fasilitas mewah bagi pejabat, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Zainal Arifin, mengambil langkah tegas.
Ia pun menolak fasilitas mobil dinas yang disiapkan untuk menunjang aktivitasnya sebagai pimpinan dewan. Langkah ini ingin memberikan contoh nyata dalam upaya penghematan anggaran, terutama di tengah kondisi fiskal daerah yang membutuhkan penyesuaian dan efisiensi.
"Saya lebih nyaman pakai mobil pribadi. Toh, saya punya Avanza dan Xenia, cukup untuk kerja. Kalau boleh memilih, saya lebih baik tanpa mobil dinas," kata Zainal Arifin, Senin (21/4/2025).
Seperti diketahui, kata dia, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah mengalokasikan dana sekitar Rp2,7 miliar untuk pengadaan tiga unit mobil dinas jenis Toyota Innova Zenix tipe V yang diperuntukkan bagi pimpinan DPRD.
Namun, katanya, anggaran tersebut sebaiknya dialihkan ke sektor yang lebih menyentuh langsung kepada kepentingan masyarakat.
"Anggarannya memang sudah disiapkan jauh hari. Tapi dalam perjalanannya, kami pimpinan sempat setuju menolak. Kami ingin anggaran itu dialihkan ke sektor yang lebih dibutuhkan rakyat," bebernya.
Bahkan, ia juga menyinggung soal konsekuensi penggunaan mobil dinas, yang ternyata tidak sepenuhnya meringankan beban pribadi pejabat.
Menurutnya, penggunaan kendaraan dinas justru membuat pimpinan DPRD kehilangan hak atas transportasi, berbeda dengan anggota DPRD lainnya yang tetap nyaman.
“Kalau pakai mobil dinas, kami tidak dapat uang transportasi. Biaya operasionalnya pun tetap dipotong,” tuturnya.