LIPUTAN12.ID|KEPSUL – Panitia Khusus (Pansus) Laporan keterangan pertanggungjawaban ( LKPJ) Tahun Anggaran 2019, telah menemukan puluhan proyek pembangunan yang tak kunjung selesai dikerjakan di lingkup pemerintah daerah Kabuapen Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Uatara.
Pansus yang dibentuk dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepsul ini, telah melakukan uji petik lapangan dan menemukan puluhan proyek pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 tidak memenuhi standar penyelesaian.
Ketua Pansus, H. Safrin Gailea menyampaikan, pekerjaan yang belum diselesaikan tepat waktunya maka pihak ketiga wajib untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang belum dikerjakan.
“Namun diingat juga bahwa pekerjaan yang belum terselesaikan maka dikenai sangsi berupa pemerintah daerah (pemda) kepsul harus menagih keterlambatan dari pada proyek yang dikerjakan belum selesai pada tepat waktu,” ungkap H. Safrin Gailea, saat ditemui di ruang komisi II DPRD Kepsul, Jumat (5/6/2020).
Menurutnya, pihak ketiga yang seperti itu tidak mempunyai niat baik untuk melaksanakan kegiatan pembangunan di Sula, maka di tahun-tahun berikutnya mereka tidak diikut sertakan untuk mengerjakan proyek lagi.
“Kami mengkaji dari LKPJ yang disampaikan oleh pemda kepsul terdapat belanja barang dan jasa melampaui anggarannya dari belanja modal. Sementara belanja barang dan jasa hanya diperuntuk membelanjakan barang habis pakai, sementera belanja modal itu pergunakan untuk membiayai pembangunan memperoleh anggaran yang jauh berbeda dengan belnja barang dan jasa,” tegas mantan Sekda Kepsul ini.
Di tempat yang sama, wakil ketua pansus Ramli Sade menyampaikan, proyek yang kami temukan di lapangan yakni, pembanguna Air bersi dan perpipaan lingkup kantor bupati, dengan nilai 2,4 Milyar CV Alam Sutra, pengembangan jaringan perpipaan SPAM Desa Bajo, 716 Juta, SV Jaya Lestari.
“Pembanguna air bersih dan jaringan perpipaan desa Kawata, 658, Juta, CV Alam Sutra, pembanguna Mesjid Fukweu tahap III, 276, CV Dwiyan Pratama, pembangunan bronjong Desa fogi, 581 juta, CV Duta Sarana, pembuatan saluran primer kawasan pasar basanohi, 1,4 Milyar, CV Permata Hijau,” jelasnya.
Lanjut Ramli, pembangunan ruma dianas dokter peraeat dan bidan Desa Waisakai, 656, juta, CV Duta Sarana, pembanguan fasilitasi pendukung kawasan sueering desa mangon, 1,4 milyar, CV Permata Membangun, belanja pemeliharaan trotoar kota sanana, 1,4 Milyar, CV Permata Hijau, pembangunan mesjid pohea, 200, juta, CV Dian Pratama.