BOGOR | LIPUTAN12 – Salah satu kegiatan saat pandemi covid-19 yang menghasilkan adalah memelihara ikan hias. Hobi memelihara ikan hias saat pandemi covid-19 menjadi meningkat, ikan hias bisa dijadikan therapy relaksasi pikiran saat berada di rumah tanpa ada kegiatan.
Pasar Ikan Parung yang berada di Desa Parung, Kecamatan Parung Kabupaten Bogor jadi yang paling banyak diburu penghobi ikan hias.
Alhasil, sentra penjualan ikan hias Parung pun terdongkrak. Semua itu dapat dilihat secara nyata di Pasar Ikan Hias Parung, yang saat ini berstatus terbesar se-Asia Tenggara.

Midun salah seorang pedagang ikan hias yang menjual ikan arwana dari berbagai jenis dan channa saat ditemui mengatakan, bahwa sejauh ini tersedia ratusan lapak yang menyediakan beragam jenis ikan hias bahkan banyak pembeli datang dari luar bogor.
“Dengan lapak yang begitu banyak hampir 350 lapak lebih. Ini terbesar dan terkomplit se-Asia Tenggara. Seluruh jenis ikan hias apapun ada di sini. Tentunya sangat bangga,” ujarnya.
Bahwa masyarakat yang datang ke Pasar Ikan Hias Parung lanjut Midun berasal dari seluruh wilayah yang tersebar di Nusantara bahkan pernah ada dari wisatawan luar negeri.
“Pembelinya sudah pasti se-Jabodetabek, Lampung, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan saya rasa hampir seluruh daerah sih, semua pasti beli di sini,dan pernah orang beli ikan untuk dibawa ke negaranya,” paparnya.
Midun pemilik kios Parung Snakehead mengaku bahwa omzet pendapatan secara keseluruhan para pedagang ikan hias jumlahnya mencapai miliaran rupiah.
“Saya berharap tren ini masih terus bertahan. Ke depannya, profit di sini sangat luar biasa. Satu hari itu omzet penjualan untuk ikan hias mencapai Rp 3 sampai 4 miliar untuk keseluruhan pedagang, dan omset saya juga setiap hari pasar antara 10 sampai 15 juta,” ungkapnya.