Emrus Sihombing, Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner

LIPUTAN12.ID|JAKARTA – Zulkifli Hasan alias Zulhas terpilih kembali menjadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2020-2025, sebagaimana saya prediksi sehari sebelumnya yang dimuat di beberapa media massa online terkemuka di tanah air.

Pasca kemenangan tersebut, sangat menarik membaca peta politik di internal PAN dan dinamika politik nasional.

Pada politik internal di PAN, pasca kemenangan Zulhas, suhu politik di Kongres PAN V hampir dapat dipastikan akan menurun drastis. Para faksi dan aktor politik akan melakukan komunikasi politik yang sejuk dalam rangka berbagi peran dalam struktur kepegurusan partai.

Sebab, sebagai aktor politik, mereka tidak lepas dari keinginan “berkuasa” di internal partai. Karena itu, para pihak akan mencoba mendekatkan diri dengan Zulhas sebagai Ketum terpilih.

Sementara Zulhas akan berusaha semaksimal mungkin menempatkan anggota atau kader partai di struktur organisasi partai yang dapat menjabarkan dan menjalankan kepetingan politik Zulhas yang dipadukan dengan perjuangan politik PAN sebagai partai politik yang berkompetisi dengan partai lain dalam suatu kontestasi politik.

Bahkan para aktor politik yang tidak memilih Zulhas sebagai Ketum dipastikan akan melakukan kalkulasi politik secara matang dengan meleburkan diri. Atas kalkulasi itu, mereka menilai, akan lebih menguntungkan baginya bila menjadi bagian dari garis politik Zulhas.

Karena itu, dari sekarang hingga selesai kongres, para aktor politik akan menunjukkan perilaku komunikasi politik yang inline dengan garis politik Zulhas. Itu dapat dilihat dari pesan komunikasi politik yang dilontarkan yang memposisikan Zulhas sebagai pemimpin yang memiliki “good leader”.

Bagaimana dengan fenomena politik nasional pasca keterpilihan Zulhas pada periode kedua ini? Dinamika politik di eksternal PAN (nasional) akan berpotensi mengulang sejarah.