JAKARTA | LIPUTAN12 – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI memperkirakan kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun anggaran 2027 akan berada di kisaran Rp174 triliun, lebih rendah dibandingkan pagu indikatif yang sebelumnya diproyeksikan sebesar Rp270,2 triliun.
Penurunan estimasi tersebut disebut merupakan hasil evaluasi terhadap kebutuhan riil pelaksanaan program, mulai dari jumlah dapur layanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga penyesuaian sasaran penerima manfaat.
DPR menilai efisiensi anggaran dapat dilakukan tanpa mengurangi kualitas pelayanan maupun standar gizi yang diberikan kepada masyarakat.
Ketua Banggar DPR RI, MH. Kata Abdullah, mengatakan perhitungan sementara menunjukkan kebutuhan SPPG diperkirakan hanya sekitar 21 ribu titik, lebih sedikit dari perkiraan awal sebanyak 27 ribu titik. Dengan jumlah tersebut, program dinilai tetap mampu menjangkau puluhan juta penerima manfaat secara optimal.
Menurut Said, perhitungan anggaran juga mempertimbangkan layanan bagi sekitar 84 juta peserta didik, serta dukungan program kesehatan seperti penanganan stunting dan pemberian nutrisi bagi ibu hamil.
“Yang pertama, kita ingin melihat dulu dari 27.000 titik SPPG, seharusnya itu kan 21.000 kebutuhannya. Kemudian kita tinggal menghitung untuk 84 juta siswa kita. Sehingga hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan ada anggaran kesehatan yang masuk seperti stunting dan ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp174 triliun,” ujar Said kepada kantor yang melayani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Meski proyeksi anggaran turun cukup signifikan, Said menegaskan angka tersebut masih merupakan hasil simulasi dan belum menjadi keputusan resmi dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027.
Ia menekankan bahwa besaran anggaran final masih akan dibahas bersama pemerintah dalam pembahasan Rancangan APBN sebelum disahkan pada September mendatang.
"Diketoknya nanti di bulan September. Masa Banggar sendiri yang ketok? Kan harus bersama pemerintah," katanya.

