SANANA|LIPUTAN12 – Sejumlah rumah warga digenangi bahkan ada yang terendam air diakibatkan luapan air kali Waisoha di Desa Capalulu, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara yang terjadi dari Rabu kemarin hingga saat ini.
Masyarakat setempat meminta kepada Pemerintah daerah (pemda) Kepsul untuk menormalisasi kali sebelum banjir.
Salah satu Warga Desa Capalulu Rais Umaterna menyampaikan, luapan kali waisoha sangat parah dan mengancam desa Capalulu bisa putus jadi dua. Sebab, jika terjadi banjir, luapan air keluar tepat di tengah perkampungan.
“Saya selaku warga Desa Capalulu yang tau betul kondisi air waisoha bila meluap akan lebih parah dari desa lain,” ungkap Rais kepada liputan12.id, Kamis (16/7/20).
Oleh karena itu lanjut Rais, pihaknya meminta Pemda Kepulauan Sula agar membantu pemerintah desa melakukan normalisasi kali Waisoha.
“Kali waisoha saat ini butuh di normalisai, jangan tunggu banjir baru normalisasi, itu kan sudah terlambat,” ujarnya.
Menurut Rais, sejumlah rumah warga saat ini sudah terendam dengan genangan air, akibat dari luapan kali Tersebut.
“Baru genangan air, rumah warga sudah penuh dengan air, apa lagi kalau banjir mungkin akan lebih parah lagi,” tutupnya.
Reporter: Lutfi Teapon
Editor : Redaksi
Copyrigh © Liputan12 2020