LIPUTAN12.ID|JAKARTA – Pembangunan Monumen Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) yang di gagas Badan Diklat Kejaksaan sebagai simbol, peristiwa dan sejarah bagi masa depan para kawah candradimuka Kejaksaan tersebut.
Kepala Badan Diklat Kejaksaan yang juga Pelopor Perubahan Setia Untung Arimuladi mengatakan untuk mewujudkan zona integritas WBK/WBBM tersebut, ada 5 langkah yang harus dketahui dan dijalankan bersama.

“Pertama, tekad dan komitmen dari semua jajaran yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, dan pimpinan harus menjadi role model,” ucap Setia Untung kepada wartawan, Jakarta, Selasa (3/2/2020).
Kedua, kata dia memberikan kemudahan pelayanan, yakni memberikan fasilitas yang lebih baik dan semangat melayani untuk kepuasan publik atau masyarakat, dan para pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Kediklatan, juga pelayanan internal kepada sesama unit kerja. Pastikan pelayanan ini lebih baik dan dapat dikembangkan dengan semangat jajaran satuan unit kerja.
“Setiap unit kerja dapat menciptakan program program yang menyentuh publik/masyarakat, juga para pihak yang terlibat dalam kediklatan,” ucapnya.
Ketiga, membangun manajemen komunikasi. Bagaimana Jaksa dapat menyampaikan ke publik atau masyarakat bahwa hasil kerja satuan unit kerja diketahui oleh publik telah banyak melakukan perubahan.
“Keempat, bagaimana setiap perbedaan disatukan, bagaimana setiap hambatan menjadi semangat untuk diperbaiki, menyatukan langkah kita bersama meraih mimpi Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan yang lebih baik kedepan dan diperhitungkan,” ujar Setia Untung.

Kelima, lanjut mantan Kapuspenkum Kejagung itu bagaimana menjalankan suatu organisasi, jika ada suatu perbedaan itu adalah hal yang biasa, tidak perlu diperbesar dan jangan dijadikan sesuatu untuk perpecahan, sehingga memutuskan tali silaturahmi yang sudah terjalin.
“Jadikan silaturahim ini dalam satu ikatan ukhuwah,” imbuh dia.