SUMENEP I LIPUTAN12 - PAUD HI El Fath Sumenep memliki cara unik untuk mengimplementasikan elemen jati diri dari Kurikulum Merdeka dalam sebuah program "Songennep Parjugha" dengan mewadahi kreatifitas anak serta orang tua.

Kegiatan tersebut digelar di Halaman Kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan, (Diskoperindag) Sumenep, Sabtu, 02 November 2024.

Hadir pada kegiatan ini, Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Sumenep, Bank BPRS Bhakti Sumenep dan juga Bunda PAUD Kecamatan kota, serta Ketua DWP CDK Wilayah Sumenep dan Komite PAUD HI El Fath.

Direktur PAUD HI El Fath, Nurul Hayati menyampaikan, bahwa pada kali ini sengaja mengangkat tema bambu atau anyaman bambu, karena disisi lain bambu juga merupakan warisan dari nenek moyang kita.

"Walaupun sekarang bambu semakin berkurang, tapi bambu itu banyak digunakan manusia pada jaman dulu," ujarnya kepada sejumlah media di sela sela kegiatan.

Maka dari itu, lanjut dia, pihaknya kemas pembelajaran selama dua minggu untuk mengenal lebih dalam tentang bambu, yang dimana bambu itu untuk kebutuhan manusia ternyata banyak manfaatnya.

"Jadi anak-anak itu selain mengenal dan mempelajari tentang bambu, juga diajarin tentang keterampilan menganyam bambu. Dari anyaman itu, anak sebenarnya belajar pola atau melatih motorik halus mereka," jelasnya. 

Nurul Hayati menegaskan, jadi nanti anak-anak saat pulang kerumah bisa berfikir untuk lebih kreatif dari pada main Handphone. Sehingga bisa lebih terampil atau mempraktekkan tentang hal-hal yang baru dari anyaman bambu. 

"Karena peralatan tradisional bambu ini lebih sehat dari pada peralatan yang sekarang itu, juga lebih hemat. Dan lain daripada itu, sebenarnya untuk membangun kebersamaan dalam keluarga," tegasnya.