SUMENEP | liputan12 – Puluhan peserta ikut ambil bagian dalam Festival Jaran Serek yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya daerah sekaligus penguatan identitas lokal di tengah derasnya arus globalisasi dan pengaruh budaya luar.
Festival tersebut diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap para pelaku seni jaran serek.
Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan, menyampaikan bahwa festival ini juga merupakan wujud implementasi dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
“Festival ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga media edukatif untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah,” ujar Moh. Iksan, Senin (5/5/2025).
Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam berbagainya menekankan bahwa jaran serek merupakan salah satu tradisi khas Kabupaten Sumenep yang perlu terus dilestarikan. Ia juga mendorong inovasi dalam hiburan agar semakin menarik bagi masyarakat luas.
“Festival ini harus mampu menampilkan kreasi yang lebih kreatif agar bisa dinikmati dengan lebih nyaman dan memberi pengalaman budaya yang berkesan,” tuturnya.
Menurutnya, pelestarian budaya kini terletak pada minimalnya regenerasi pelaku seni tradisional. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk lebih gencar mempromosikan festival jaran serek, baik di dalam maupun luar daerah.
“Festival ini tidak kalah menarik dibandingkan sapi sonok. Tinggal bagaimana kita bersama-sama memperkenalkannya secara lebih luas kepada masyarakat,” Tandasnya.