SUMENEP – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Rapat Koordinasi Sinergitas dalam rangka pengendalian inflasi.
Diketahui, rapat yang digelar di Kantor Bupati Sumenep ini, dihadiri oleh perwakilan dari TPID, Tim Satgas Pangan, perbankan, BUMD, dan Bulog Subdivre Madura.
“Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan sinergitas antar lembaga dalam mengendalikan inflasi di Kabupaten Sumenep,” kata Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, Kamis (14/9/2023).
Paripurna LKPJ 2025, Wabup Sumenep Ungkap Deretan Prestasi dan Penguatan Kinerja Daerah
Menurutnya, bahwa inflasi merupakan salah satu permasalahan ekonomi yang dapat berdampak negatif terhadap perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan upaya-upaya untuk mengendalikan inflasi agar tidak terlalu tinggi.
“Inflasi yang tinggi dapat menyebabkan daya beli masyarakat menurun, sehingga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.
Dalam rapat itu, kata Dia, menghasilkan beberapa kesepakatan, pertama pemerintah daerah melalui TPID dan Tim Satgas Pangan akan bekerja sama dengan Bulog Subdivre Madura dalam menyalurkan Bantuan Cadangan Pangan (BCP) kepada Keluarga Rentan Stunting (KRS) dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Kedua, pemerintah daerah juga akan melibatkan perbankan dalam rangka pengendalian inflasi melalui program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk permodalan kepada Gapoktan,” paparnya.
Dalam hal ini, sinergitas antara TPID, Tim Satgas Pangan, Bulog Subdivre Madura, perbankan dan BUMD harus mulai dibangun, sehingga dapat menekan laju inflasi, menanggulangi kemiskinan, dan pemerataan perkonomian kerakyatan.
“Kami berharap sinergitas ini dapat berjalan dengan baik dan dapat memberikan hasil yang optimal,” bebernya.

