JAKARTA I LIPUTAN12 - Guru Besar bidang Sosiologi Hukum Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah menegaskan, bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis negara. Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan percepatan pengentasan kemiskinan secara nasional.

Hal ini disampaikan Trubus Rahardiansyah dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besarnya bertajuk Memahami Kebijakan Publik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia: Analisis Socio-Legal atas Implementasi dan Tantangannya di Universitas Trisakti, Jakarta, pada Selasa, 19 Mei 2026.

"Program MBG merupakan investasi peradaban," kata Trubus, seperti dikutip dari situs jpnn.com, Jumat, 22 Mei 2026.

Trubus menilai, MBG bukan sekadar program pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga percepatan pengentasan kemiskinan nasional.

"Negara yang berhasil keluar dari middle income trap itu negara yang serius membangun kualitas SDM sejak dini dengan gizi sebagai fondasinya," ujarnya.

Dikatannya, program MBG pada awal implementasi memang dipandang skeptis oleh sebagian masyarakat. 

Namun, kata Trubus, MBG seiring berjalannya waktu mulai menunjukkan dampak nyata, termasuk menggerakkan ekonomi masyarakat bawah.

"Banyak masyarakat yang kini melihat MBG penuh dengan kebaikan karena mampu menggerakkan rantai ekonomi masyarakat bawah, membuka lapangan ekonomi, menciptakan pertumbuhan, sekaligus pemerataan," katanya.

Menurut Trubus, selama lebih dari satu tahun pelaksanaan, MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat.