SUMENEP I LIPUTAN12 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menegaskan capaian kinerja pembangunan daerah sepanjang Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD dengan agenda menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Selasa (31/3/2026).
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren positif, yang ditopang oleh kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat.
“LKPJ ini bukan sekedar laporan administrasi, tetapi merupakan gambaran utuh atas capaian kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran. Kami menyadari bahwa seluruh keberhasilan yang dicapai adalah hasil kerja bersama, sinergi yang terus terbangun antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat Kabupaten Sumenep,” ujarnya di hadapan forum paripurna.
Ia menegaskan, sejumlah penghargaan yang diraih sepanjang tahun 2025 menjadi indikator bahwa arah pembangunan daerah berada pada jalur yang tepat, meskipun tetap memerlukan penyempurnaan di berbagai sektor.
Salah satu pencapaian yang mendapat perhatian adalah dianugerahi Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas rekor keris terpanjang melalui pembangunan Monumen Tugu Keris Arya Wiraraja.
Menurutnya, penghargaan tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pelestarian budaya lokal.
Pasca Lebaran, Wabup Sumenep Tekankan Disiplin, Integritas, dan Peningkatan Kinerja ASN
“Pengakuan dari MURI ini memiliki makna yang lebih luas, yakni sebagai upaya memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong sektor pariwisata berbasis kearifan lokal agar semakin berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Di bidang tata kelola keuangan, Pemkab Sumenep kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas laporan keuangan tahun 2024.
Selain itu, pemerintah daerah juga dinobatkan sebagai salah satu daerah tercepat dalam pengajuan penyaluran Dana Desa oleh Kementerian Keuangan.

