SUMENEP|LIPUTAN12 – Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. H. Joko Widodo telah menegaskan untuk tidak main-main dalam penyaluran Dana Covid-19. Bahkan presiden perintahkan aparat hukum untuk tidak segan-segan melakukan penegakkan hukum apabila memang terbukti masih ada pejabat-pejabat yang ‘Nakal’ dalam menggunakan uang negara yang tidak tepat pada tempatnya.
Namun hal di atas tidak membuat gentar dan tidak menyurutkan niat para oknum untuk melakukan pemotongan dana Bantuan Sosial Tunai (BST), seperti halnya yang terjadi di Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Di mana diketahui oknum perangkat desa diduga melakukan pemotongan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu terdampak Covid-19.
Aksi dari oknum pemdes tersebut mendapat perlawanan dari para warga penerima manfaat, bahkan sampai terjadi pelaporan atau aduan ke aparat kepolisian setempat.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Sumenep, H. Moh Ikhsan, S.T., M.T., dengan tegas mengatakan bahwa, Program Bantuan Sosial Tunai merupakan salah satu program jaring pengaman sosial untuk menanggulangi dampak ekonomi dari Pendemi Covid 19. Bantuan tersebut harus benar-benar sampai pada tangan masyarakat penerima manfaat dan dilarang keras bagi pihak manapun, siapapun untuk melakukan pemotongan dengan dalih apapun.
“Dilarang keras bagi pihak manapun untuk melakukan pemotongan dana BST,” tegas Ikhsan saat dikonfirmasi awak media liputan12.id, Rabu (8/7/2020).
Dikatakannya, dugaan pemotongan yang dilakukan oleh oknum perangkat desa Torjek sangat nyata dan merupakan pelanggaran hukum.
“Tidak dibenarkan dari aturan mana pun, dan tidak boleh ada pungutan berupa apapun dan dengan alasan apapun,” tegas Kadinsos.
Sebelumnya, hasil konfirmasi awak media liputan12.id kepada pihak Polsek Kangayan melalui Kanit Binmas menyebutkan, pihaknya tidak mau gegabah dan harus ekstra hati-hati dalam menyikapi setiap hal yang dilaporkan oleh masyarakat.
“Saat ini kita masih dalami dan lakukan penyelidikan terkait permasalahan yang diadukan ke kami oleh pemuda setempat. Karena kami di sini tidak mau gegabah menyikapi permasalahan yang masuk. Jadi benar-benar kita gak mau blunder ke kita sendiri,” jelasnya.