Foto: Swab Test di Stasiun Kota Bogor
KOTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan melakukan tiga langkah antisipasi penyebaran Covid-19. Hasil kajian tim ahli epidemiologi menyebutkan, penyebaran Covid-19 di Kota Bogor berpotensi meningkat lagi, pada Juli hingga Agustus 2020.
Wali Kota Bogor, Bima Arya mengungkapkan, pemkot Bogor telah menyiapkan tiga langkah antisipasi penyebaran Covid-19 secara masif.
Tak Sekadar Tradisi, Festival Ketupat 2026 di Sumenep Bidik Wisatawan dan Kesejahteraan Warga
“Ketiga langkah penguatan itu, yakni mitigasi infeksi, swab test lebih masif, mempertajam kampanye penerapan protokol kesehatan di masyarakat,” kata Bima Arya dalam pernyataannya, Minggu (21/6/2020).
Dalam 10 hari terakhir terjadi lonjakan kasus positif Covid-19. Di tengah upaya Pemkot Bogor menuju fase New Normal.
Guna mengantisipasi peningkatan penyebaran Covid-19 pada Juli hingga Agustus 2020, hanya bisa dilakukan dengan mencegah transmisi lokal, yakni mengurangi interaksi orang dari luar Kota Bogor.
“Kita akan melakukan langkah antisipasi guna menekan kenaikan penyebaran Covid-19 dan mengendalikan agar tetap landai,” ungkap Bima.
Dijelaskan, target kedepan bukan mengejar angka positif Covid-19 menjadi rendah, tapi harus ada ikhtiar, mengupayakan warga Kota Bogor terjaga dan tidak terinfeksi Covid-19.
Penguatan mitigasi infeksi, membangun sistem lacak dan pantau melalui surveilas. Penguatan tim di lapangan dengan mendeteksi aktif Covid-19. Yakni melacak orang teridentifikasi positif Covid-19.

