SURABAYA – Sekretaris Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Nasional, Syamsuddin Rasyid membeberkan alasan yang melatarbelakangi dibentuknya Silaturrohim Nasional (Silatnas).

Seperti diketahui, saat ini Silatnas akan melakukan pertemuan kedua yang akan digelar di Asrama Haji Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur. Sebelumnya Silatnas pertama sudah digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, tahun 2022 silam.

“Yang pertama, karena ada keinginan seluruh pengawas di kabupaten untuk bisa duduk bersama, tapi dalam suasana yang santai dalam bentuk silaturohmi, dengan muatan-muatan untuk meningkatkan kompetensi secara bersama,” ucap Sekretaris Pokjawas Madrasah Nasional, Syamsuddin Rasyid, Selasa (19/9/2023).

Lanjut Ia menjelaskan, berdirinya Silatnas karena ada perspektif yang sama antara pengawas dengan pejabat struktural Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (DGTK) dan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK).

“Sehingga kemudian, akan memudahkan mengawal seluruh kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oeh Kementerian Agama secara umum, khusus dalam tujuh program utama” jelasnya.

Dari tujuh program itu, kata Dia, pihaknya akan mengawal dua program yang pertama terkait dengan moderasi beragama dan di era transformasi digital.

Lebih jauh Rasyid sapaan akrabnya menuturkan, bahwa target jangka pendek dari adanya kegiatan Silatnas tersebut, yaitu meningkatkan kompetensi para pengawas madrasah.

“Selanjutnya, bagaimana kesejateraan para pengawas yang akan selalu kami perjuangakan,” tambahnya.

Sementara untuk kegiatan Silatnas ini, pihaknya mengaku akan menggelar setiap tahun satu kali dengan melihat situasi dan kondisi yang ada.