PESAWARAN | LIPUTAN12 – Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bertujuan untuk memenuhi standar pelayanan, minimal proses kegiatan belajar mengajar pada satuan pendidikan dasar khususnya di bidang sarana prasarana.

Sekolah SDN 5 yang terletak di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu sekolah yang mendapatkan dana BOS setiap tahunnya, namun sangat disayangkan sarana prasarana di sekolah tersebut sangat memprihatinkan.

Di mana dilihat keadaan gedung sekolah yang memprihatinkan, terlihat seperti sekolah tersebut tidak ada perawatan lantaran banyak plafon kelas banyak yang jebol, bahkan beberapa genting banyak yang pecah serta cat dinding gedung sekolah terlihat kusam.

Padahal sudah dijelaskan dalam Permendikbud No. 6 Tahun 2021 tentang petunjuk teknis (Juknis) Bantuan Operaaional Sekolah (BOS) Reguler tahun 2021 itu sudah jelas anggarannya dari pemerintah pusat maupun kabupaten (APBN/APBD).

Saat dikonfirmasi, Kepala SDN 5 Gedong Tataan Heriningsih mengatakan, bahwa sudah lama ruang belajar sekolah kami tidak dilakukan perbaikan.

“Sekolah ini sudah lama mas yang rusak dan belum ada perbaikan, tambah beberapa ruang kelas yang rusak seperti banyak plafonnya yang jebol dan genting pecah. Kalau turun hujan ya ruang kelas kena air apa lagi itu sangat mengganggu proses belajar bagi siswa siswi,” kata Heriningsih saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu, 15 Februari 2023.

Dikatakan Heriningsih, dari sekian pagu dana BOS yang diterima selama satu tahun, dirinya mengaku tidak mencukupi untuk dialokasikan pada perawatan sekolah, sebab kata dia, masih ada kegiatan siswa-siswi seperti profil pancasila, pameran hasil karya para siswa. Bahkan kedepannya kegiatan seperti ini akan dilaksanakan secara rutin.

“Disamping itu juga kami harus membayar tenaga honor, membeli ATK dan sebagainya,” ungkap Heriningsih, seraya mengatakan gedung rumah dinas (Rumdis) sekolahan juga sudah tidak layak pakai.

“Kalau jumlah siswa di sini secara keseluruhan itu ada kurang lebih 200 orang, namun untuk perawatan tidak cukup karena banyak yang harus didahulukan mana yang lebih urgen skala prioritas itu didahulukan,” imbuhnya.