SUMENEP I liputan12 - Festival Jaran Serek tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga momentum penting untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para Pedagang Kreatif Lapangan (PKL).

“Jaran Serek merupakan warisan budaya leluhur masyarakat Kabupaten Sumenep yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda di era saat ini,” ujar Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menghadiri Festival Jaran Serek di depan Labang Mesem Keraton, Senin (5/5/2025).

Pemerintah daerah bersama masyarakat, terutama para pecinta Jaran Serek, diharapkan dapat bersinergi dalam melestarikan budaya lokal. Hal ini penting untuk menarik wisatawan sekaligus mendorong pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini bukan sekedar perayaan budaya, namun juga menjadi momentum memperkenalkan kekayaan tradisi masyarakat kepada generasi muda maupun masyarakat luar daerah,” tambahnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menuturkan, bahwa Jaran Serek sebagai salah satu tradisi Kabupaten Sumenep, harus mampu menampilkan kreasi yang lebih atraktif dan kreatif, sehingga masyarakat bisa menyaksikan dengan lebih nyaman dan sempurna.

“Masyarakat di era modernisasi ini perubahannya tidak hanya pada pola pikir dan perilaku saja, tetapi selera budaya juga berubah,” terangnya.

Bupati menyatakan, pemerintah daerah siap memberikan dukungan dalam menjaga dan melestarikan seni dan budaya seperti jaran serek ini, demi menjaga identitas budaya yang memberikan manfaat secara produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu pelestarian pelestarian budaya adalah masalah generasi penerus, karena semakin lama berkurangnya generasi yang dapat meneruskan warisan budaya, apabila tidak ada yang merawat dan melestarikannya.

“Oleh karena itu, masyarakat khususnya para pemilik jaran serek terlibat langsung, karena sangat penting agar potensi lokal terus bertahan dan berkembang di tengah arus modernisasi,” Tegasnya.