JAKARTA I LIPUTAN12 - Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Teuku Yudhistira mengecam keras tindak pidana penganiayaan berat yang dialami empat orang wartawan atau jurnalis yang diduga dilakukan komplotan mafia BBM dan Tambang emas ilegal di Tanjung Lolo Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.
Apalagi dalam peristiwa keji yang terjadi pada Kamis hingga Jumat dinihari, 13-14 Maret 2025 itu, keempat wartawan juga dipersekusi, dianiaya dan diperas oleh para pelaku.
"IWO secara tegas mengecam peristiwa keji dan tidak berperikemanusiaan yang menimpa empat orang jurnalis di Sumatera Barat," ungkap Teuku Yudhistira dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu, 16 Maret 2025.
Dikatakan Yudhis, peristiwa tersebut jelas sangat sadis dan tidak bisa ditolerir dengan dalih apa pun.
"Memang sejauh ini kami belum menerima kronologis lengkap terkait peristiwa ini dari pengurus IWO Sumbar, namun dari informasi yang kami terima, mungkin ini termasuk perbuatan mengerikan yang dialami rekan-rekan jurnalis yang kabarnya tengah melakukan peliputan," ujarnya.
Atas situasi tersebut, Yudhis mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sumbar untuk turun tangan menyelidikan peristiwa yang jelas menciderai kebebasan pers di tanah air.
"Kami meminta Kapolri dan Kapolda Sumbar membentuk tim investigasi untuk menyelidiki peristiwa sadis ini dan segera menangkap seluruh pihak yang terlibat dan otak perencananya," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Yudhis juga mengimbau kepada Dewan Pers (DP) juga ikut ambil bagian dalam tim investigasi agar kasus ini bisa ketahui dengan terangnya benderang.
"Buka masalah ini dengan transparan dan hukuman berat para pelaku yang sangat tidak berperikemanusiaan itu," pungkasnya .