JAKARTA I LIPUTAN12 - Grafik sentimen negatif terhadap PT PLN (Persero) di bawah kepemimpinan sang Dirut Darmawan Prasodjo diprediksi terus mengalami peningkatan, menyusulnya sorotan miring yang terus menerpa perusahaan plat merah tersebut.

Sinyal itu semakin tak terbantahkan, menyusul peristiwa tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan yang terjadi di Jalan Cinere Raya, Depok, Jawa Barat, seperti video Polres Metro Depok yang diposting akun instagram @depok24jam pada Minggu, 26 Oktober 2025 lalu.

Semua itu terjadi setelah terungkap salah satu pelaku yang terekam tengah mengamuk sambil membawa senjata tajam jenis parang panjang, diduga kuat adalah Excutive Vice President (EVP) PLN bernama Chorinus Eric Nerokou atau berinisial CEN seperti yang dirilis pihak Polres Metro Depok usai berhasil mengamankannya.

Dari video itu terlihat jelas pula, CEN tampak mengenakan baju kaos berwarna merah.

Untuk memastikan hal tersebut, kru media ini mencoba melakukan konfirmasi via WhatsApp langsung ke nomor pribadi Dirut PLN Darmawan Prasodjo. Namun orang nomor satu di perusahaan strum itu lagi-lagi tak menggubris konfirmasi tersebut. 

Begitu juga dengan Direktur Legal & Humas Capital (LHC) PLN Yusuf Didi Setiarto yang merupakan atasan langsung CEN. Pria 51 tahun itu juga memilih bungkam.

Namun di balik gerakan tutup mulut yang dilakukan pihak PLN, beredar informasi bahwa pasca kejadian ini tersiar di media, Darmawan Prasodjo langsung mengadakan rapat mendadak dengan jajaran manajemen atas termasuk General Manager di seluruh wilayah Indonesia membahas masalah tersebut.

Bahas Penyelamatan Wajah PLN

Sumber terpercaya di kantor PLN Pusat menyebutkan cenderung mencari metode menyelamatkan wajah PLN secara korporasi, sehingga pasca polisi menerapkan Restorative Justice (RJ), tidak ada lagi tuduhan bahwa di video itu adalah pejabat di perusahaan tersebut.