Foto: ilustrasi

SUMENEP – Dana Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu terdampak Corona Virus Disease 19 (Covid-19) dari Kementerian Sosial RI di Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang dipotong hingga ratusan ribu rupiah kini diadukan ke aparat penegak hukum Polsek Kangayan.

Halilurrahman salah satu tokoh pemuda desa torjek menyampaikan, terkait pemotongan dana BST yang dikhususkan untuk mengurangi beban masyarakat di tengah dampak pandemi itu, telah melakukan upaya klarifikasi kepada Kepala Desa Torjek.

Hanya saja kata dia, pihak kepala desa terkesan menghindar untuk menemui karena beralasan tidak mau menerima tamu.

Bahkan ia mengaku, terkait adanya pemotongan dana BST oleh oknum Perangkat Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep telah melaporkan aduan masyarakat kepada Polsek setempat.

“Saya sudah melaporkan aduan masyarakat prihal ini ke pihak Polsek Kangayan, dengan sejumlah bukti yang dikantongi,” kata Halilurrahman, Minggu (28/6/2020).

Sementara, pihak Polsek Kangayan Polres Sumenep membenarkan adanya laporan aduan masyarakat oleh pemuda setempat terkait dugaan pemotongan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu terdampak Corona Virus Disease 19 (Covid-19) dari Kementerian Sosial RI di Desa Torjek.

“Iya memang ada, tapi sifatnya itu bukan laporan tapi lebih ke arah pengaduan. Dan kita masih dalami terkait itu,” jelas Kanit Binmas Polsek Kangayan, yang menerima aduan saat dihubungi awak media, seraya menyatakan lanjutnya masih koordinasi dengan Kapolsek Kangayan karena masih berada di daratan (Polres Sumenep).

Sebelumnya diberitakan, Halilurrahman, salah satu tokoh pemuda Desa Torjek kecamatan Kangayan, Sumenep, Madura jawa Timur, telah melakukan penelusuran dan menjelaskan bahwa telah menemukan lima dusun di desa torjek kecamatan kangayan, Kabupaten Sumenep, adanya pemotongan dana BST oleh oknom perangkat desa, dan itu alasannya untuk penggantian berkas.parahnya pemotongan itu bervariasi mulai dari 20.000, 50.000, 100.000, 200.000. hingga 300.000.