SUMENEP I liputan12 - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan Pusat Kajian Pertanian Organik Terpadu (PKPOT) dan Kerajaan Kedah Malaysia.
Diketahui, MoU ini dilakukam untuk menjalin kemitraan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan varietas HMS 700, yang dikenal memiliki kualitas tinggi dan daya saing di pasar internasional.
Selain menjanjikan produktivitas yang lebih besar, varietas ini juga dinilai mampu menjadi langkah konkret menuju kemandirian benih dan swasembada pangan di tingkat daerah.
Pada diskusi dan penandatanganan MoU menjadi momentum penting untuk memperkenalkan inovasi pertanian kepada petani lokal.
“Kami membahas secara mendalam terkait padi unggulan ini, termasuk teknik penanaman yang tepat. Tujuannya agar hasil panen bisa maksimal dan petani memiliki akses ke pasar yang lebih pasti melalui kolaborasi ini,” kata Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, Rabu (16/4/2025).
Varietas padi HMS 700, kata dia, diketahui memiliki keunggulan luar biasa, dengan produktivitas mencapai 18 ton per hektare dan masa panen hanya dalam 95 hari setelah tanam.
Sehingga, hal ini menjadi nilai tambah yang signifikan bagi peningkatan produksi dan efisiensi waktu tanam.
"Kerja sama lintas negara ini akan mendorong percepatan pencapaian swasembada pangan, khususnya di Kabupaten Sumenep. dengan varietas unggul seperti HMS 700, para petani akan lebih siap dan terampil dalam mengelola potensi lokal. Ini bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang menjaga ketahanan pangan berkelanjutan,” terangnya.