SURABAYA – Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Nasional, berhasil menggerakan ribuan pengawas madrasah se Indonesia dalam forum Silaturrohim Nasional (Silatnas) II dan Simposium Internasional.

Dalam sambutannya, Ketua Pokjawas Madrasah Nasional Drs. Zurni, M.Pd., menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh tamu undangan dan kepada seluruh pengawas se Nusantara, karena sudah bisa hadir untuk mensukseskan SILATNAS yang ke II yang digelar di Asrama Haji Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 20-22 September 2023.

“Kepada seluruh pengawas se Indonesia, tidak ada kata lain selain ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya, Malam ini luar biasa, Ribuan Pokjawas madrasah dari berbagai Daerah bersinergi dan kompak bisa mengahadiri Acara Silatlanas II dan Simposium Internasional ini, Hal ini pasti akan melahirkan cita-cita bersama untuk kebaikan bagi generasi dan anak-anak kita ke depan,” ucapnya.

Lebih Lanjut Ia menyampaikan, bahwa pengawas memiliki tugas dan medan yang sangat berat, maka pihaknya meminta Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (DGTK) Madrasah, untuk memberikan jaminan hukum dan jaminan sosial.

“Karena tidak ada yang tau konsekuensi beliau-beliau ini, mereka banyak yang mengeluh, terlebih bagi mereka yang ada di kepulaun, mengaku perjalanannya jauh, bahkan uang gaji mereka habis dengan biaya perjalanan,” terangnya.

Dengan begitu, Ia berharap, dengan adanya kegiatan Silatnas ini bisa menjadi rekomendisi untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas pengawas madrasah agar bisa diberikan ruang yang seluas-luasnya.

Menurutnya, dengan hadirnya pemikiran dan kontribusi nyata para pengawas madrasah, menjadikan bukti kebangkitan mutu pendidikan madrasah.

“Kami berharap pengawas Madrasah cerdas dan mampu beradaptasi dengan transformasi digital, mengelola informasi-informasi secara sehat dan cermat,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur GTK Madrasah, Muhammad Zain, dalam sambutannya meminta kepada seluruh pengawas madrasah untuk terus meberikan pengawasan dan pendampingan kepada para guru supaya bisa mengajar dengan cinta dan kelembutan.