JAKARTA | liputan12 – Center for Budget Analysis (CBA) menilai proyek peningkatan jalan Nanggewer-Karadenan Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor diduga kuat ada permainan.

Menurut Koordinator CBA Jajang Nurjaman, hal ini terlihat dari nilai kontrak yang disepakati dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor dengan pemenang tender sebesar Rp1.957.230.000.

“Angka ini lebih tinggi dari harga perkiraan sendiri yaitu sebesar Rp1.994.704.035,” kata Jajang Nurjaman dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Jumat (16/9/2022) malam.

CBA menduga, proses tender hanya formalitas belaka, dan pemenang tender sudah ditentukan sejak awal. Mulai dari pagu dan HPS yang nilainya sama, nilai proyek yang melebihi nilai HPS bahkan pagu.

Selain itu, lanjut Jajang, dalam penawaran harga hanya ada 2 perusahaan yang lolos tapi lelang tetap dilanjutkan.

“Untuk itu CBA mendorong aparat penegak hukum atau APH, seperti Kepolisian dan Kejaksaan Kabupaten Bogor untuk melakukan penyelidikan atas proyek tersebut,” kata Jajang Nurjaman.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengerjaan proyek peningkatan jalan Nanggewer-Karadenan Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor diduga tidak sesuai Spesifikasi.

Dari pantauan awak di media di lokasi pada Minggu (11/9/202) malam, dugaan tersebut terkait dengan pembesian untuk betonisasi seperti pemasangan ‘Dowel’. Di mana kita ketahui pemasangan dowel itu sendiri adalah untuk mengendalikan retak serta mengakomodasi gerakan plat beton arah melintang.

Selain itu dowel juga berfungsi untuk menguatkan suatu konstruksi badan jalan serta sebaga penyalur beban pada sambungan yang telah terpasang agar bisa mmeberikan kebebasan bergeser.