BOGOR | LIPUTAN12 – Ratusan murid SDN Kelas Jauh Kadusewu di Kampung Cijantur RT 05/RW 06 Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor terancam keselamatannya di saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal itu akibat adanya atap genteng sekolahan yang sudah lapuk dimakan usia.

Sekolahan kelas jauh yang menginduk SDN Kadusewu itupun sudah mengalami kebocoran di saat musim hujan. Tidak hanya kayu penyangga genteng yang sudah mulai kropos, tetapi setiap jendela ruang kelas sekolah tersebut sudah disulam menggunakan papan kayu.

Guru Kelas 2 SDN Kadusewu kelas jauh, Soleh mengaku sekolahan kelas jauh SDN Kadusewu terdapat lima ruangan. Empat ruang kelas dan satu toilet, dua ruang kelas sudah lama mengalami kerusakan. Bahkan hingga saat ini belum ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Dua ruang kelas kayu penyangga genteng sudah lapuk dimakan usia. Apalagi, atap genteng sudah mengalami kebocoran disaat musim hujan,” kata Soleh.

Ia menuturkan, untuk jumlah murid di SDN Kadusewu kelas jauh kurang lebih 100 murid, namun khawatir di saat kegiatan belajar, atap genteng ambruk. Belum lagi, dua ruang kelas alami kebocoran yang besar, sehingga saat PTM para murid haris diungsikan.

“Inikan mau musim hujan, jadi kasihan murid harus kemana saat hujan turun. Saya juga kasihan lihatnya, takut ada korban,” terang Soleh.

Kepala Sekolah SDN Kadusewu, Halimi mengaku selain kayu yang sudah rapuh, terdapat atap genteng yang sudah bolong. Bahkan sarana dan prasaranpun tidak memadai, belum lama ini, ia sendiri mengirim kursi dan meja ke Sekolahan SDN Kadusewu kelas Jauh.

“Selain atap genteng yang sudah rusak. Ketambah siswa dan siswi kegiatan belajarnya dilantai, kita sudah kirim kursi dan meja. Tinggal atap genteng yang harus di renovasi total,” ucap Halimi.

Halimi mengaku, siswa dan siswi ada 167, namun melihat kondisi sekolahan yang rusak. Khawatir menimpa para murid, apalagi disaat musim pancaroba saat ini. Ia juga berharap, adanya sekolahan yang rusak agar dapat perhatiannya dari pemerintah.