SUMENEP I LIPUTAN12 - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, meminta satuan tugas (satgas) pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkatkan pengawasan secara langsung di lapangan guna memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa tetap aman, sehat, dan sesuai standar gizi.

Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya bersifat pasif dengan menunggu laporan masyarakat, tetapi harus dilakukan secara aktif melalui inspeksi rutin ke dapur-dapur penyedia makanan MBG.

“Satgas harus turun langsung secara berkala untuk melakukan sidak ke dapur-dapur MBG. Langkah ini penting agar kualitas makanan benar-benar terjamin sebelum sampai ke tangan para siswa,” tegas Indra Wahyudi, Sabtu (16/5/2026).

Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep menilai pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG masih perlu diperkuat, terutama dalam mencegah potensi kelalaian yang dapat berdampak pada kesehatan anak-anak.

“Ketika ada persoalan, harus ada langkah cepat dan tindakan nyata. Jangan sampai masalah serupa terus berulang karena lemahnya evaluasi. Ini terkait kesehatan dan keselamatan generasi penerus,” ujarnya.

Indra menegaskan, satgas harus berani mengambil tindakan tegas terhadap pengelola dapur MBG yang terbukti bermasalah, sekaligus melaporkan hasil pengawasan kepada otoritas terkait di tingkat lebih tinggi untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

“Program ini bertujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Oleh karena itu, jangan sampai citranya rusak hanya karena pengawasan yang lemah,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya keseriusan pemerintah dalam menjaga keberlangsungan dan kualitas program MBG agar benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Jika pemerintah dan satgas tidak serius mengawali program ini, maka tujuan besar untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak bisa terancam,” tambahnya.