SUMENEP I LIPUTAN12 - Kritik pedas Pengamat Politik Nasional Adi Prayitno terhadap kondisi jalan di kampung halamannya di Dusun Reng Perreng, Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, memicu gelombang diskusi masyarakat yang lebih luas dari sekadar keluhan jalan berlubang.

Dalam Unggahan videonya yang viral menjadi pintu masuk untuk melihat persoalan klasik, di mana sebenarnya larinya dana desa selama ini?

Video Adi, yang pertama kali dibagikan ulang akun TikTok @ceritakotakeris, sontak memantik respon warganet hingga sorotan pada sorotan serius terhadap transparansi anggaran di tingkat desa.

Dalam video tersebut, Adi merekam perjalanan mobilnya yang melewati jalan penuh lubang, menampung udara, dan aspal yang mengelupas. Jalan yang menjadi akses utama warga tersebut disebut sudah rusak sejak ia masih kecil.

“Ini jalan kok jelek sekali. Kayak nggak punya klebun (kades). Sudah 20 tahun begini terus. Mobil bisa guling ini,” ujarnya dengan nada kecewa.

Sorotan Adi bukan hanya pada lubang besar, tetapi juga kondisi yang membahayakan kendaraan. Beberapa bagian jalan tampak seperti Kubangan yang belum pernah disentuh pembangunan.

Adi kemudian menyampaikan fakta penting, dana desa yang setiap tahun digelontorkan pemerintah mencapai miliaran rupiah per desa. Namun, kondisi jalan di kampung halamannya sama sekali tidak mencerminkan adanya pembangunan berkelanjutan.

“Dana desa kan banyak ya… ada yang dapat Rp1 miliar, Rp1,5 miliar, Rp2 miliar. Tapi kenapa jalan di Reng Perreng Bragung menuju Lengkong masih rusak begini?” katanya.

Pernyataan itu menjadi isu sentral yang memicu diskusi publik:
Apakah dana desa sudah digunakan dengan tepat?
Apakah mekanisme pengawasan berjalan efektif?