SANANA|LIPUTAN12 – Proyek pembangunan Rumah Ibadah (Mushola) Desa Capalulu Kecamatan Mangoli Tengah Kabupaten Kepulauan Sula dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2018 terlihat seperti bangkai yang tidak terurus.
Pasalnya Proyek senilai 470 juta yang dikerjakan oleh Ketua Tim pemenang Hendrata Thes dan Zulfahri Abdullah Duwila (HT-Zadi) Desa Capalulu ini, tidak berkelanjutan sampai pada finising namun anggarannya sudah dicairkan 100 persen.

Foto: Bahar Umasangadji (kontraktor)
Bahar Umasangadji selaku kontraktor pembangunan mushola mengatakan, anggran proyek tersebut senilai 470 juta, sementara yang ada di RAB itu pintu jendela, timbunan tarap kuliling tidak ada, namun dirinya ingin semua pintunya dan jendela harus terpasang serta timbunan terselesaikan semua tapi tiba-tiba dari pihak Dinas PU memberhentika pekerjaan tersebut.
“Saya berniat untuk memasang pintu, jendela dan semua timbunan, tapi mereka dari PU turun kase stop dengan alasan tahap pekerjaan suda melebihi RAB karena pekerjaan mushola ini ada dua tahap, namun saya punya kesediaan matrial untuk proyek ini sudah ada, seperti seng, kayu dan tehel sudah lengkap samua, niat saya untuk menyelesaikan cuman mereka dari PU yang bilang stop pekerjaan,” jelasnya kepada awak media, Jumat (02/10/2020).
Menurut Bahar dari pekerjaan mushola tersebut sudah memakan anggaran 200 juta lebih, sisanya mereka ambil semua. Sehingga dirinya menemui Bupati Kepulauan Sula Hendrat Thes untuk menanyakan sisa anggran dari proyek itu.
“Saya menemui pak Bupati untuk menanyakan uang sisa itu dimana, dan pak bupati menjawab tanya di yang pemilik perusahan yang tender proyek itu. Sementara yang pemilik perusahan Ayun, dia bilang DPRD yang ambil saya menemui anggota DPRD Julfi Uamasangadji dan sampai di sana Julfi pun sampaikan bahwa dia tidak ambil, terus saya juga menemui Sinaryo Thes dan dia bilang itu mungkin Ayun yang ambil,” terang bahar.
Lanjut Bahar, anggaran sisa yang mereka ambil itu sebanyak 200 juta lebih entah lebihnya berapa, karena pihaknya baru melaksankan dua kali pencairan dari anggran total 470 Juta.