SUMENEP | LIPUTAN12 - Festival Bazar Takjil Ramadhan menjadi salah satu langkah strategi dalam mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus mempererat kebersamaan sosial selama bulan suci Ramadhan di Sumenep.
Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut dibuka langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, di kawasan depan Keraton Sumenep, Jumat (20/02/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa festival bazar takjil tidak hanya menjadi agenda rutin bernuansa keagamaan, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Festival bazar takjil ini bukan sekedar kegiatan seremonial Ramadhan, namun merupakan wadah pemberdayaan UMKM lokal, khususnya pedagang kuliner yang sangat bergantung pada momentum Ramadhan untuk meningkatkan pendapatan,” ujarnya.
Menurutnya, bulan Ramadhan harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kerakyatan ekonomi melalui ruang ekonomi kreatif yang inklusif dan terbuka bagi seluruh pelaku usaha lokal.
“Pemerintah daerah terus berkomitmen menghadirkan program yang mendorong UMKM agar tumbuh, naik kelas, dan memiliki daya saing. Festival ini menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Bupati Fauzi juga mengingatkan para pedagang agar menjaga kualitas produk, kebersihan, serta keamanan pangan guna membangun kepercayaan konsumen.
“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama usaha. Oleh karena itu, pedagang harus menjaga kualitas makanan, kebersihan, pelayanan yang baik, serta harga yang wajar agar tidak merugikan pembeli,” tegasnya.
Pelaksanaan Festival Bazar Takjil Ramadhan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan Radar Madura biro Sumenep yang berada di bawah naungan Jawa Pos.