LIPUTAN12.ID|JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia sedang gencar-gencarnya menggaungkan Pancasila. Program ini diharapkan dapat menangkal pergerakan radikalisme yang akan memecah belah bangsa.
Program sosialisasi anti radikalisme ini akhirnya direspon baik oleh organisasi profesi PERARRI (Perkumpulan Artis Republik Indonesia) melalui rumah produksinya menelurkan film perdana yang bertajuk “Pancasila” dengan judul Andini.
Film ini bercerita tentang anak bangsa yang cinta akan pancasila dan program menanamkan kecintaan pancasila sejak dini agar dapat menangkal doktrin radikalisme di setiap individu masyarakat.
Menurut sebagian masyarakat indonesia semua wajib tau bahwa saat ini begitu kuat gerakan radikalisme yang ingin merubah dan menghancurkan pancasila, sehingga mengancam kesatuan dan persatuan bangsa indonesia.
Melalui gerakan gerakan sosialisasi pancasila ini diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan doktrin doktrin radikalisme.
Seperti dilansir dari laman intelmedia.co, M. Firdaus Oiwobo, S.H., alias pengacara cowboy mengatakan, program pemerintah dalam menangkal gerakan doktrin radikalisme ini perlu didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia. Saya berharap masyarakat indonesia menyisihkan waktunya untuk mensosialisasikan tentang bahayanya doktrin radikalisme bertameng agama. Karna seperti yang kita ketahui bahwa pancasila sudah menjamin setiap warga negaranya untuk menjalankan agama dan kepercayaannya masing masing.
“Namun, di bangsa ini ada aturan dan standar hukum nya dalam menjalankan ibadah dan itu tidak boleh dilanggar,” kata pria yang mempunyai segudang pengalaman memimpin organisasi ini.
Saya lihat, saat ini banyak yang kebablasan dalam menjalankan ajaran agamanya sehingga lupa akan jati dirinya sebagai warga negara indonesia yang berlandaskan pancasila.
Menurutnya, pancasila adalah ideology nomor satu di dunia yang saat ini sedang dicontek oleh banyak negara karna mampu mempersatukan seluruh ornament bangsa indonesia tanpa membedakan suku, agama, ras dan budaya.