Foto: Atiek Yulis Setyowati, S.H., Ketua Umum LSM MPB (Masyarakat Pejuang Bogor)
BOGOR|LIPUTAN12 – Sejumlah proyek tender peningkatan dan pembangunan jalan dan jembatan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor kini sudah mulai dikerjakan. Hampir semua proyek lelang tender itu menyerap dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bernilai miliaran hingga puluhan miliar rupiah.
Proyek-proyek tersebut tersebar di beberapa wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, salah satunya sejumlah proyek yang saat ini mulai dikerjakan ada di wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Jalan dan Jembatan wilayah Parung yang meliputi kecamatan Gunungsindur, Kemang, Parung, Ciseeng dan kecamatan Rancabungur.

Foto: Beberapa ruas jalan di wilayah Utara Kabupaten Bogor saat ini mulai diperbaiki melalui penyedia jasa pemenang tender lelang di Dinas PUPR.
Menurut Peter Nahirwan (41) tahun, salah seorang warga yang juga aktif di organisasi kemasyarakatan mengungkapkan, saat ini para pelaksana kegiatan proyek tender seolah tidak mau diawasi. Contoh pekerjaan dan pelaksana salah satu proyek tender jalan di wilayah Ciseeng, diduga dibekingi oknum aparat.
“Sehingga saat kami kritisi, justeru malah salah faham dan bertindak arogan,” ungkap Peter Nahirwan kepada tim media liputan12, Sabtu (24/10/2020).
Sementara Ketua LSM Masyarakat Pejuang Bogor (MPB) Atiek Yulis Setyowati, S.H., ketika dikonfirmasi hal tersebut, Ia menegaskan bahwa pekerjaan infrastruktur pemerintah harus ada pengawasan ketat, terutama tentang speknya.
Menurutnya, seringkali kalau pun ada pengawasnya, namun pada kenyataannya pengawasnya banyak yang jadi oknum yang bisa saling “kedip” untuk pembelokan spek.