LIPUTAN12.ID|KEPSUL – Akhir-akhir ini Toko Indo Raya menjadi sorotan publik yang hangat diperbincangkan oleh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara. Pasalnya, seluruh sembako untuk bantuan Sosial (Bansos) covid-19 diambil langsung dari toko tersebut.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kepulauan Sula M. Rivai Masuku, dalam siaran Persnya tentang Bansos pada hari Selasa (27/4/2020) lalu, menyampaikan bahwa Toko Indo Raya merupakan satu-satunya Toko di Kepulauan Sula yang sanggup menyediakan sembako untuk Bansos.

“Sudah disurvey dari sekian banyak toko di kota Sanana hanya toko indo raya yang mampu menyediakan bansos sembako,” ungkap Rivai di hadapan awak media.

Namun dengan pernyataan dari Kadinsos tersebut dibantah oleh Ketua Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Kepsul, Amirudin SA Ahmad. Menurutnya, distributor beras di Kepsul ada 14 toko. Dan indo raya tidak termasuk distributor,” kata Amirudin.

“Ia menilai, bila bansos distributornya hanya Indo raya, dengan sendirinya membunuh distributor beras yang ada di kepsul,” ungkap Amirudin kepada liputan12, Kamis (30/4/2020).

“Indo raya yang merupakan toko bangunan dan toko obat, mengambil pasokan beras dengan jumlah banyak pada distributor maka berpotensi besar Kepsul mengalami krisis beras,” imbuhnya.

Mantan pengurus PB PMII ini meminta Dinsos Kepsul harus jeli memperhatikan kondisi pangan di Kepsul, agar stabilitas sosial dan ekonomi dapat terjaga meski dalam keadaan hantaman pandemi corona (covid-19).

“Saya dan seluruh pengurus akan mengawal pendistribusian bansos, dan mencatat detail jenis beras yang akan disalurkan pada warga jangan sampai beras super poles kemudian yang dibagikan kepada warga adalah beras biasa,” tandasnya.

Reporter: Lutfi Teapon