BADUNG, BALI, LIPUTAN12 - Komitmen menjaga ketahanan energi nasional semakin diperkuat melalui sinergi antara Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). 

Strategi kolaborasi tersebut diwujudkan dalam penguatan sistem pengamanan sektor hulu migas, baik di wilayah darat maupun lepas pantai, sebagai objek vital nasional (Obvitnas) yang menopang keberlangsungan pasokan energi Indonesia.

Komitmen tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja Kesekuritian Tahun 2026 yang diselenggarakan SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) di Badung, Bali, Rabu (9/7/2026).

Forum ini mempertemukan unsur SKK Migas, KKKS, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, serta para pemangku kepentingan untuk menyusun strategi pengamanan yang lebih adaptif dalam menghadapi dinamika geopolitik, perkembangan teknologi, hingga ancaman keamanan terhadap industri hulu migas.

Salah satu pencapaian penting dalam rapat kerja tersebut adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara SKK Migas dan TNI Angkatan Laut mengenai pengamanan fasilitas migas lepas pantai (lepas pantai). 

Kerja sama ini landasan menjadi penguatan koordinasi dalam melindungi infrastruktur migas yang berperan besar terhadap produksi dan mengangkat migas nasional.

Selain itu, juga disepakati penerapan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 sebagai pedoman tata kelola pengamanan sektor hulu migas yang lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jabanusa, Anggono Mahendrawan, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga ketahanan energi nasional tidak hanya bergantung pada kemampuan meningkatkan produksi migas, tetapi juga ditentukan oleh terjaminnya keamanan seluruh strategi infrastruktur yang menopang operasi hulu migas.

“Ketahanan energi hanya dapat diwujudkan apabila seluruh fasilitas hulu migas berada dalam kondisi aman dan operasionalnya terjamin. Oleh karena itu, kolaborasi dengan TNI bukan sekadar memperkuat sistem pengamanan, tetapi juga membangun kesiapan menghadapi setiap ancaman potensi. Kami ingin industri hulu migas tetap produktif, berkelanjutan, dan terus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” Tegasnya Kepada Media ini, Kamis, (16/7/2026).