LIPUTAN12.ID|SUMENEP – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur sempat menjadi perbincangan masyarakat. Hal itu dikarenakan ada beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa setempat yang menerima kartu rekening dengan saldo kosong.

“Ada beberpa KPM yang saldonya kosong, karena sampai sekarang mereka belum menerima uangnya. Hal itu sudah digesek berapa kali ke agennya atau e-warongnya, tetap kosong saldonya,” kata Cholqiyono salah satu tokoh pemuda Desa Pakondang saat ditemui media liputan12.id, Selasa (28/4/2020) malam.

Cholqi sapaan akrabnya menyampaikan, dalam persoalan ini ada beberapa persen saja yang saldonya kosong, dari semua Dusun yang ada di Desa Pakondang. Hal itu dialami oleh masyarakat setempat.

“Ada beberapa KPM yang saldonya kosong itu semua sampai sekarang mereka belum menerima uangnya,” jelas tokoh pemuda yang selalu menyuarakan hak masyarakat bawah ini.

Menurut pengakuan dari salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) menyampaikan, pihaknya mengaku belum menerima sama sekali bantuan tersebut Karena setelah dicek ke pihak agen beberapa kali saldonya tetap kosong.

“Sudah beberapa kali dicoba ke agen. Setelah konsultasi ke agen dan perangkat desa, pihaknya mengatakan mungkin belum masuk,” ungkapnya.

Pihaknya sudah melakukan konsultasi ke pihak TKSK dan juga ke pihak perangkat desa setempat yang menurutnya sudah tahu betul dengan sistem bantuan tersebut.

Karena ini banyak yang seperti ini, yang buku rekeningnya tidak tertera nominalnya. Ada buku tabungannya kosong dikartu ATMnya ada saldonya. Ketika saya cek ke agen lagi ternyata masih kosong.

Sementata Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Sumenep, Mohammad Iksan saat dikonfirmasi melalu telepon cellulernya menyampaikan, pihaknya akan memberikan arahan terkait permaslahan yang ada di Desa Pakondang Kecamatan Rubaru apabila terjadi saldo kosong dalam program BPNT.