SANANA|LIPUTAN12 – Kerusakan berat atas ruas jalan Provinsi di wilayah Kecamatan Sulawesi Barat (Sulbar) Kabupaten Kepulauan Sula mendapat sorotan dari Faujan Tidore, Sekretaris Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana.
Ia menyesalkan sikap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) yang dinilai tidak ada perhatian serius atas kerusakan yang terjadi di ruas jalan provinsi tersebut, sehingga pemerintah desa Ona dan masyarakat mengambil sikap untuk memperbaiki jalan secara swadaya.
Menurut Faujan Tidore, baru terjadi di kabupaten Kepulauan Sula di Desa Ona atas dasar sukarela masyarakat dengan cara swadaya untuk membangun ruas jalan Provinsi yang ada di Kecamatan Sulabesi Barat.
“Kepala Desa Ona Syahril Sahlan mengadakan rapat bersama masyarakat untuk membangun badan jalan provinsi dengan cara mengarahkan ketua-ketua RT dan kepala dusun untuk mendatangi warga mengumpulkan sumbangan sukarela untuk membayar alat berat agar bisa memperbaiki jalan tersebut,” jelas Faujan Tidore kepada liputan12, Selasa (20/10/2020).

Hal ini, kata Faujan, muncul atas keinginan masyarakat desa ona karena penderitan mereka dari tahun-tahun tidak diperhatikan oleh pemerintah dan DPRD provinsi Maluku Utara.
“Lucunya negeri ini pemerintah senang rakyat sengsara, masa badan jalan provinsi ini dibangun dengan swadaya masyarakat, karena masyarakat sudah tidak mampu dengan jalan yang bergelombang ini lagi maka masyarakat dengan keikhlasan hati untuk bangun jalan provinsi ini adalah hasil rapat kepala desa ona dan masyarakat desa setempat,” tuturnya.
Pria berkelahiran Desa Ona Kecamatan Sulabesi Barat ini menambahkan, secara kelembagaan kami mengecam pihak DPDR dan Pemprov Malut atas ruas jalan tersebut.
“Kami HMI Cabang Sanana Kecam Kepada Pemerintah dan DPRD Provinsi Maluku Utara yang tidak memperhatikan dan membangun jalan Provinsi di lintasan Kecamatan Sulabesi Barat pada hal ini adalah tanggung jawab kalian,” tegas Faujan.