Foto: dr. Makmur Tamani, Direktur Utama RSUD Sanana
SANANA|LIPUTAN12 – Penggunaan dana anggaran pencegahan dan penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara dengan nilai total sebesar Rp.12 Miliar, sudah pada tahapan realisasi sebesar 80 persen yang menyebar di 8 item kegiatan.
Dalam keterangannya, Direktur Utama RSUD Sanana, anggaran dana sebesar Rp.12 milar sejauh ini sudah terealisasi di 8 item kegiatan yang menjadi kebutuhan untuk pencegahan Covid-19 di RSUD Sanana.
“Dana itu kita gunakan untuk pembelanjaan Alat Pelindung Diri (APD), alat Swab test, Rapid test, insentif tenaga medis, membangun gedung labolatorium, pembangunan ruang isolasi dan beli alat kesehatan lainnya serta obat-obatan,” jelas Dokter Makmur Tamani kepada wartawan, Senin (26/10/2020).
“Untuk pembelanjaan alat swab test saja kalau lengkap, harganya mendekati kisaran 2 hingga 3 miliar rupiah,” imbuhnya.
Dokter Makmur Tamani juga menambahkan, untuk alat Rapid Tes RSUD Sanana tidak tergabung dengan Dinas Kesehatan Kepsul. RSUD Sanana punya rapid test tersendiri beda dengan Dinas Kesehatan. Kita untuk sikrening pasien supaya tidak tergabungkan dengan pasien-asien yang lain.
“Kita tidak sengaja merawat pasien di ruang yang disekat kadang keadaan mendesak namanya juga disebut bencana non alam (pendemi),” tutup Makmur.
Reporter: Lutfi Teapon
Editor : Redaksi
Copyrigh © Liputan12 2020