SUMENEP – Direktur PAUD H.I El-Fath, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, Nurul Hayati menceritakan awal mula membangun lembaga yang diimpikannya itu pada tahun 2011 dengan 4 orang lain.
Menurutnya, saat itu situasinya memang sedang dalam keadaan sulit secara ekonomi sehingga harus memutar otak agar PAUD H.I El-Fath terealisasi.
Akhirnya Ia bersama ke empat pendiri lainnya, harus mengontrak rumah sebagai ruang kelas siswa. Hal ini dilakukan demi merealisasikan cita-cita, para pendiri untuk membangun PAUD atau pendidikan usia dini yang ideal.
“Itu tahun-tahun kesedihan bagi kami yang sedang terpuruk baik secara mental maupun ekonomi,” kata Nurul Hayati, Minggu (24/9/2023)
Meski begitu, pihaknya sudah memiliki komitmen dan tekat yang kuat untuk merealisasikan pikiran-pikiran dalam pengelolaan taman kanak-kanak. Jadi rintangan tersebut justru menjadi penyemangat.
“Itu sudah menjadi idealisme kita untuk membangun sebuah sekolah yang berbasis kekeluargaan,” jelasnya.
Pada awal berdiri, lanjut Ia bercerita, bahwa seluruh siswa yang mendaftar di PAUD H.I El-Fath digratiskan dengan tujuan dapat membangun relasi yang baik secara kekeluargaan dengan wali murid. Meskipun tentu hal itu, sangat menyulitkan utamanya pengajar yang tidak mendapatkan gaji.
“Pada tahun 2011 sekitar bulan April, kita sudah menerima siswa tapi gratis. Hal itu untuk menarik siswa untuk masuk, apalagi kita kontrak rumah di Jl Sludang. Jadi kita tidak ada gajinya,” jelasnya.
“Ini merupakan bagian dari pengorbanan para pendiri, pengajar dan pihak-pihak yang bersama-sama ikut berproses membangun PAUD H.I El-Fath sehingga seperti sekarang,” bebernya.