BOGOR | LIPUTAN12 – Keluarga besar media cetak dan online Indonews (www.koranindonews.com) ingin menutup tahun buku 2021 dengan manis, yakni menyongsong tahun 2022 dengan menjadi perusahaan pers lebih prosesional dan mengedukasi.

Misi tersebut ditandai dengan dilaksanakannya pertemuan seluruh keluarga besar media Indonews, dengan tema “Refleksi Kinerja Akhir Tahun 2021 Dan Program Kerja Media Indonews Menjadi Media Professional tahun 2022” di Villa Koneng, Kp. Cimelati, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, selama dua hari, Selasa-Rabu (28-29/12/2021).

Owner sekaligus pemimpin umum dan redaksi Indonews Jonny Sirait, A.Md mengatakan, PT. Andartian Media Indonews yang memiliki koran dan media online telah berada di puncak kejayaan.

“Sejak terlahir pada tahun 2017 hingga kini penghujung 2021, Indonews menunjukan grafik peningkatan di segala aspek, baik keredaksian, perusahaan, kemiteraan dan lain sebagainya. Namun demikian, kami tidak pernah puas, sehingga pada tahun 2022 kami akan meningkatkan segala aspek yang berkaitan dengan perusahaan pers,” ucap Jonny Sirait.

Penguatan kerja sama dan sinergitas dengan seluruh instansi juga menjadi salah satu misi Indonews di tahun 2022. Pada divisi perusahaan, prinsip simbiosis mutualisme atau kerja sama yang saling menguntungkan menjadi salah satu amunisi bahwa Indonews merupakan media massa yang tepat untuk dijadikan pathner pemerintah, perusahaan, dinas, instansi, TNI-Polri dan lainnya.

“Program kerja Indonews akan terus dimatangkan. Kami memasang target di tahun 2022 wartawan INDONEWS tersebar di 25 Provinsi di Indonesia. Selain itu, kami pun akan berupaya melahirkan wartawan yang makin profesional, handal dan dapat memberikan karya jurnalistik yang bermanfaat, serta mengedukasi, sesuai slogan kami; Cerdas, Tegas, Lugas,” bebernya.

Dari segi media cetak, pria berdarah Batak itu menyadari banyak orang pesimis dengan masa depan industri media cetak, ketika perkembangan teknologi digital begitu pesat. Tambahan lagi ketika era media sosial dan Internet of Things (IoT) tidak bisa dinafikkan lagi popularitasnya. Masyarakat seolah lebih tertarik dengan media sosial dan social network (jaringan sosial) yang penuh hiruk pikuk. Individu menjadi pewarta baru.

“Model-model informasi dan gaya menulis serta narasi informasi yang diproduksi bervariasi mengikuti tren perkembangan popularitas media sosial. Namun, kami , selalu yakin bahwa media mainstream, surat kabar cetak salah satunya tidak akan mati. Jika surat kabar mati, maka peradaban manusia pun akan mati. Sebagai kepanjangan dari indera manusi, media cetak membawa berbagai ragam informasi, berita, tulisan, dan karangan tidak saja pekerja media yang secara langsung menyampaikan, menyebarluaskan, mendistribusikan, dan memproduksi konten media cetak bagi audiens. Sekaligus mengartikulasikan kepentingan-kepentingan institusi media dan pihak pihak yang dihadirkan dalam media cetak,” bebernya lagi.

Dasar historia inilah yang perlu dipegang untuk mengingat bahwa kehadiran media cetak, surat kabar tidak akan pernah punah. Karena media cetak menpunyai karakteristik dan sifat yang berbeda dengan teknologi elektronik/internet dan apalagi aplikasi-aplikasi internet dan mobile seperti media sosial yang kita kenal salah satunya adalah media Indonews.