BOGOR – Direksi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor gelar rapat koordinasi (Rakor) divisi operasional dalam rangka antisipasi pelayanan air bersih menjelang bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah/2023 Masehi.

Rakor membahas perubahan pola pemakaian air pada saat jam puncak dan strategis untuk menjaga pasokan air bersih hingga antisipasi gangguan pengaliran.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Abdul Somad menjelaskan, selama Ramadhan terjadi perubahan pola jam puncak pemakaian air yang dialihkan pada saat sahur dan buka puasa hingga tarawih.

Turut dibahas pula strategi dan antisipasi apabila ada gangguan mulai dari Instalasi Pengolahan Air hingga kebocoran pipa air bersih untuk pelanggan.

Dikatakannya, perubahan jam puncak pemakaian air pelanggan yang biasanya pada pagi hari dari pukul 04.00-pukul 08.00 WIB berubah menjadi pukul 02.00-pukul 07.00 WIB. Dan pada sore hari yang semula pukul 17.00-pukul 20.00 WIB berubah menjadi pukul 15.00-pukul 20.00 WIB.

“Untuk antisipasi hal tersebut petugas pemadam kebakaran dan distribusi telah mengatur dan lebih siaga menjaga pasokan air di jam puncak tersebut,” ujar Abdul Somad dalam rilis tertulisnya, Jumat, 24 Maret 2023.

Ia menambahkan, sedangkan untuk mengantisipasi gangguan di instalasi baik karena faktor alam seperti banjir dan penurunan debit sungai ataupun faktor non alam seperti cemaran limbah dan kerusakan pompa air, sebagai langkah antisipasi adalah memaksimalkan daya tampung bak penyimpanan air (reservoir) agar pengaliran air bersih tetap terjaga hingga keadaan normal kembali.

“Selain itu, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan telah membentuk Tim Reaksi Cepat yang siaga 24 jam apabila terjadi gangguan yang didukung 11 unit armada tangki air berkapasitas 4000 liter diseluruh wilayah Kabupaten Bogor,” tutup Abdul Somad.

Masih dalam rangka HUT Perumda Air Minum Tirta Kahuripan ke 42 dan Hari Air Sedunia, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan kembali mengadakan program diskon dan CSR yaitu :