SUMENEP | liputan12 - Puskesmas Ganding, Kabupaten Sumenep, terus mengintensifkan upaya pencegahan penyebaran campak melalui program Outbreak Response Immunization (ORI).
Program ini menyasar anak usia 9 bulan hingga 7 tahun dengan strategi imunisasi massal, edukasi kesehatan, serta penyusiran langsung ke lapangan.
Kepala Puskesmas Ganding, dr. Ahmad Jauhari, M.Si, menjelaskan bahwa keberhasilan program imunisasi sangat ditentukan oleh pemahaman masyarakat.
"Imunisasi bukan sekedar penyuntikan, tapi perlindungan jangka panjang bagi anak. Karena itu kami selalu mengedepankan edukasi. Banyak orang tua yang awalnya ragu, setelah mendapat penjelasan akhirnya bersedia diimunisasi. Inilah kunci agar tidak ada anak yang terlewat," terangnya.
Pendidikan dilakukan secara masif dengan menyasar sekolah-sekolah, mulai dari RA, PAUD, TK, hingga SD. Para tenaga kesehatan juga aktif turun ke posyandu dan melakukan pelayanan door to door untuk memastikan seluruh anak dalam sasaran benar-benar mendapatkan imunisasi.
Selain tenaga kesehatan, pelaksanaan ORI campak di Ganding mendapat dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, guru, hingga tokoh masyarakat. Kolaborasi ini terbukti mempercepat cakupan imunisasi sekaligus memperluas jangkauan informasi kepada warga.
Kepala Puskesmas Ganding menegaskan, imunisasi campak adalah investasi kesehatan generasi muda.
“Melalui ORI campak, harapan kami tidak ada lagi anak-anak di Ganding yang rentan tertular. Anak-anak sehat berarti masa depan bangsa lebih kuat,” tegas dr. Ahmad Jauhari.
Sementara itu, Tokoh masyarakat Ganding, H. Abdul Karim, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya ini.