BOGOR | LIPUTAN12 – Puluhan tahun tak miliki jembatan, warga di kampung Cihoe desa Tegal Panjang kecamatan Cariu kabupaten Bogor merasa terisolir. Saat ini warga hanya bisa membuat jembatan yang terbuat dari bambu dengan swadaya.

Cecep Aminudin (42) tahun, salah seorang warga kampung Cihoe mengaku sudah puluhan tahun kondisi jembatan bongkar pasang dan hanya terbuat dari bambu.

“Udah puluhan tahun kami tidak memiliki jembatan. Saat ini jembatan hanya bisa dilalui dengan hati-hati,” ungkap Cecep Aminudin kepada awak media, Senin (3/1/2022).

Warga gotong royong dengan Swadaya membangun jembatan dari bambu.

Yang lebih mirisnya lagi, lanjut Cecep, anak anak yang hendak ke sekolah harus menentang maut untuk tiba di sekolah, karena jika tanpa melalui jembatan akses jalan yang harus ditempuh bisa lebih lama.

“Kasian anak anak kami, sekolah harus melintasi jembatan yang cukup ekstrime, karena untuk menuju ke sekolahnya harus memutar arah dengan jarak yang cukup jauh,” ujar Cecep.

Saat ini menurut Cecep Aminudin, warga hanya bisa membuat jembatan terbuat dari bambu dengan panjang kurang lebih dua belas meter dan lebar satu setengah meter.

“Warga bergotong royong membuat jembatan dari bambu dengan dana seadanya,” sebutnya.

Tidak hanya Cecep dan keluarganya, Siti Aminah (38) tahun warga kampung Cihoe RT 12/RW 04 juga mengeluhkan tentang tidak adanya jembatan yang layak untuk diseberangi.